Capaian ini menjadi level tertinggi sejak Maret 2024, didorong peningkatan permintaan, pesanan ekspor, serta penyerapan tenaga kerja baru. Di sisi lain, kenaikan harga bahan baku menjadi tekanan yang perlu dicermati pelaku pasar.
Dari kinerja emiten, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melaporkan pendapatan tahun buku 2025 sebesar Rp60,71 triliun atau tumbuh 8,8 persen secara tahunan (yoy). Laba bersih perseroan melonjak 32,6 persen yoy menjadi Rp4 triliun.
Dari eksternal, lonjakan harga minyak mentah menjadi perhatian utama. Harga WTI naik 7,24 persen ke level USD71,9 per barel, atau menguat 16,20 persen dalam sebulan terakhir.
Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya risk premium akibat ketegangan geopolitik, terutama antara Amerika Serikat dan Iran.
Kawasan Timur Tengah memegang peran krusial dalam pasokan energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz, sehingga setiap gangguan berpotensi memicu lonjakan harga. Pelemahan dolar AS turut menopang penguatan harga komoditas.