IDXChannel - Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) memangkas proyeksi permintaan minyak dunia seiring memanasnya konflik di Timur Tengah.
Melansir Investing, Rabu (13/5/2026) OPEC menurunkan proyeksi permintaan minyak dunia pada kuartal II-2026 sebesar 500 ribu barel per hari.
Berdasarkan laporan bulanan minyak yang dipublikasikan, permintaan minyak global pada kuartal II diperkirakan rata-rata mencapai 105,07 juta barel per hari (bpd), turun dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya sebesar 105,57 juta bpd.
“Pertumbuhan permintaan pada kuartal II-2026 direvisi turun baik untuk negara-negara OECD maupun non-OECD, terutama dipicu pelemahan sementara pertumbuhan permintaan minyak seiring perkembangan yang masih berlangsung di Timur Tengah,” tulis OPEC.
Penurunan proyeksi tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan rantai pasok energi global akibat penutupan Selat Hormuz.
OPEC memperkirakan permintaan minyak di kawasan Eropa dan Asia Pasifik akan mengalami tekanan karena kedua wilayah tersebut sangat bergantung pada distribusi minyak melalui selat tersebut.
Permintaan minyak di Eropa diperkirakan turun sekitar 0,03 juta bpd, sementara kawasan Asia Pasifik diproyeksikan turun 0,08 juta bpd.
Selat Hormuz sendiri tertutup bagi lalu lintas kapal tanker sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Baik AS maupun Iran kini menerapkan blokade masing-masing di wilayah tersebut, meski kedua negara tengah menjalani gencatan senjata yang masih rapuh dan belum mencapai kesepakatan damai jangka panjang.
Meski memangkas proyeksi tahun ini, OPEC justru menaikkan outlook pertumbuhan permintaan minyak global pada 2027.
Permintaan minyak tahun depan diperkirakan tumbuh sekitar 1,5 juta bpd secara tahunan atau lebih tinggi sekitar 0,2 juta bpd dibanding proyeksi bulan sebelumnya.
(DESI ANGRIANI)