AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Kuartal I-2021, Intiland Development (DILD) Raih Marketing Sales Rp310 Miliar

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 05 Mei 2021 11:36 WIB
Emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD) membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp310 miliar pada tiga bulan pertama.
Kuartal I-2021, Intiland Development (DILD) Raih Marketing Sales Rp310 Miliar. (Foto: MNC Media)
Kuartal I-2021, Intiland Development (DILD) Raih Marketing Sales Rp310 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD) membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp310 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini. 

Mengutip program Market Opening IDX Channel, Rabu (5/5/2021), manajemen Intiland menjelaskan marketing sales senilai Rp310 miliar per kuartal I/2021 itu melesat 164,95 persen dibandingkan kuartal I/2020 yang senilai Rp117 miliar.

Adapun, realisasi tersebut mencerminkan ketercapaian sebesar 15,5 persen dari target marketing sales 2021 yang ditetapkan Rp2 triliun.

Sejatinya, dampak pandemi Covid-19 masih memengaruhi kinerja dan para pembeli cenderung tetap wait and see di tengah kondisi tak pasti, terutama untuk [permintaan] proyek gedung tinggi di segmen menengah ke atas.

Penjualan dari segmen rumah tapak atau landed residential tampil sebagai kontributor utama prapenjualan awal tahun ini. Sementara itu, pendapatan berulang (recurring income) perseroan tercatat senilai Rp176 miliar atau tumbuh 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp159 miliar. 

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2021, emiten dengan kode saham DILD mencatatkan pendapatan senilai Rp2,89 triliun. Nilai tersebut naik 5,68 persen dibandingkan 2019 senilai Rp2,73 triliun. 

Kendati pendapatan naik, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Intiland merosot 69,47 persen menjadi Rp76,76 miliar pada 2020 dari posisi Rp251,43 miliar pada 2019. 

Adapun, hal itu turut disebabkan oleh dampak pendiskonan aset dan liabilitas keuangan bersih senilai minus Rp316,33 miliar. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD