AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Kuartal I-2021, Intiland Development (DILD) Raih Marketing Sales Rp310 Miliar

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 05 Mei 2021 11:36 WIB
Emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD) membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp310 miliar pada tiga bulan pertama.
Kuartal I-2021, Intiland Development (DILD) Raih Marketing Sales Rp310 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD) membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp310 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini. 

Mengutip program Market Opening IDX Channel, Rabu (5/5/2021), manajemen Intiland menjelaskan marketing sales senilai Rp310 miliar per kuartal I/2021 itu melesat 164,95 persen dibandingkan kuartal I/2020 yang senilai Rp117 miliar.

Adapun, realisasi tersebut mencerminkan ketercapaian sebesar 15,5 persen dari target marketing sales 2021 yang ditetapkan Rp2 triliun.

Sejatinya, dampak pandemi Covid-19 masih memengaruhi kinerja dan para pembeli cenderung tetap wait and see di tengah kondisi tak pasti, terutama untuk [permintaan] proyek gedung tinggi di segmen menengah ke atas.

Penjualan dari segmen rumah tapak atau landed residential tampil sebagai kontributor utama prapenjualan awal tahun ini. Sementara itu, pendapatan berulang (recurring income) perseroan tercatat senilai Rp176 miliar atau tumbuh 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp159 miliar. 

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2021, emiten dengan kode saham DILD mencatatkan pendapatan senilai Rp2,89 triliun. Nilai tersebut naik 5,68 persen dibandingkan 2019 senilai Rp2,73 triliun. 

Kendati pendapatan naik, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Intiland merosot 69,47 persen menjadi Rp76,76 miliar pada 2020 dari posisi Rp251,43 miliar pada 2019. 

Adapun, hal itu turut disebabkan oleh dampak pendiskonan aset dan liabilitas keuangan bersih senilai minus Rp316,33 miliar. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD