AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Kurva Yield AS Turun, Berikut Rekomendasi Seri Fixed Rate Hari Ini

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 13 Mei 2022 08:22 WIB
Berikut rekomendasi seri Fixed Rate (FR) hari ini.
Kurva Yield AS Turun, Berikut Rekomendasi Seri Fixed Rate Hari Ini (Dok.MNC)
Kurva Yield AS Turun, Berikut Rekomendasi Seri Fixed Rate Hari Ini (Dok.MNC)

IDXChannel — Sejumlah seri Fixed Rate (FR) diperkirakan akan menarik perhatian investor pada perdagangan hari ini. Adapun imbal hasil (yield) SUN tenor 10 tahun mencatatkan penurunan tipis 1bp ke level 7,40%. 

Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Amir Dalimunthe merekomendasikan seri FR0070, FR0077, FR0086, FR0056, FR0073, FR0091, FR0074, FR0068, FR0080, FR0072, FR0050, FR0079, FR0057, dan FR0092.

Pilihan tersebut mempertimbangkan mempertimbangkan kondisi pasar saat ini serta valuasi yield curve atau kurva imbal hasil. Amir mengatakan, yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) mencatatkan penurunan tipis 1bp ke level 7,40%, masih di sekitar level tertingginya sejak Mei 2020. 

“Level tersebut berada di atas estimasi kami minggu ini di kisaran 6,92% - 7,13%. Hal ini mengindikasikan bahwa yield obligasi pemerintah mungkin telah memasuki entry point yang atraktif,” ujar Amir dalam risetnya yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (13/5/2022). 

Amir membaca yield curve US Treasury (UST) mencatatkan penurunan dibandingkan hari sebelumnya, dengan yield UST 2-tahun dan UST 10-tahun masing-masing mencatatkan penurunan 8bp ke level 2,56% dan 2,85%.

Kemudian, bursa saham AS bergerak mix dengan Nasdaq Composite mencatatkan peningkatan 0,06% sementara S&P500 dan Dow Jones Industrial Average mencatatkan pelemahan masing-masing 0,13% dan 0,33%.

Selain dari penurunan yield US Treasury, Amir menilai kekhawatiran investor juga terlihat dari kembali meningkatnya CDS. CDS 5-tahun Indonesia mencatatkan peningkatan 21bp ke level 128bp. Baik CDS 5-tahun Indonesia dan yield UST 10-tahun telah bergerak dengan volatilitas yang lebih tinggi selama beberapa bulan terakhir.

Sebagai informasi, harga obligasi berdenominasi Rupiah Kembali bergerak sideways pada perdagangan kemarin. Yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0090) berada di level 6,83%(-2bp), sementara untuk yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0091) tercatat di level 7,38%.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD