AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Laba Bank Mandiri (BMRI) Turun 25,2 Persen di Kuartal I-2021

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 28 April 2021 10:47 WIB
Laba bersih bank pelat merah ini hanya sebesar Rp 5,9 triliun pada kuartal I 2021 atau turun 25,2% dibandingkan Rp 7,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu
Laba Bank Mandiri (BMRI) Turun 25,2 Persen di Kuartal I-2021. (Foto: MNC Media)
Laba Bank Mandiri (BMRI) Turun 25,2 Persen di Kuartal I-2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masih mengalami perlambatan kinerja. Laba bersih bank pelat merah ini hanya sebesar Rp 5,9 triliun pada kuartal I 2021 atau turun 25,2% dibandingkan Rp 7,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY). 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Rabu (28/4/2021), pendapatan BMRI secara konsolidasi masih tumbuh 7,2% YoY menjadi Rp 25,6 triliun yang ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 12,6% menjadi Rp17,5 triliun.

Penurunan laba bersih perseroan ini terjadi peningkatan biaya provisi sebesar 55,4% dari Rp 3,5 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp 5,4 triliun pada kuartal I 2021. Margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) BMRI dari 5,4% menjadi 5,1%.

Sementara pertumbuhan pendapatan bunga bersih itu sejalan dengan ekspansi penyaluran kreditnya secara konsolidasian yang tumbuh 9,1% secara yoy menjadi Rp 984,8 triliun.

Secara bank only, penyaluran kredit hingga triwulan I 2021 mencapai Rp 779 triliun, ditopang oleh segmen wholesale yang tumbuh tipis 0,18% YoY menjadi Rp 513,9 triliun serta segmen UMKM yang tumbuh baik sebesar 3,22% YoY menjadi Rp 92,1 triliun. 

Pencapaian tersebut tetap memperhatikan kualitas pembiayaan sehingga rasio NPL konsolidasi terjaga baik di kisaran 3,15% naik dari 2,4% dari kuartal I 2020. Adapun rasio pencadangan terhadap NPL dialokasikan lebih dari 220%. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD