“Kami meyakini bahwa pertumbuhan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui fondasi keuangan yang kuat, operasional yang semakin efisien, serta tata kelola yang bertanggung jawab. Pelunasan sukuk ini menjadi salah satu bukti komitmen perseroan dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus memastikan seluruh agenda strategis perusahaan tetap berjalan sesuai rencana,” ujar Henderi dalam keterangan resmi dikutip Minggu (2/8/2026).
Dalam menjaga pertumbuhan bisnis, BWPT menjalankan transformasi melalui tiga fokus utama, yakni peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional, penguatan fondasi keuangan, serta integrasi aspek keberlanjutan dalam strategi bisnis.
Dari sisi operasional, perseroan terus memperluas kapasitas pengolahan melalui penyelesaian mill extension dan pembangunan Kernel Crushing Plant (KCP). Fasilitas tersebut diharapkan dapat menambah lini bisnis baru sekaligus meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit.
BWPT juga mengembangkan Biogas Power Plant di Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya optimalisasi limbah menjadi energi terbarukan. Selain itu, perseroan menjalankan berbagai program strategis seperti new planting, pengembangan kemitraan Plasma Mandiri, persiapan replanting, serta penerapan sistem digital dan mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga terus diperkuat melalui kepemilikan sertifikasi RSPO, ISPO, dan EUDR sebagai bentuk penerapan praktik perkebunan yang bertanggung jawab sesuai standar nasional maupun internasional. Di pasar modal, BWPT juga tercatat sebagai konstituen sejumlah indeks berbasis keberlanjutan, seperti Indeks SRI-KEHATI, ESGSKEHATI, dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).