Namun, peningkatan porsi obat dalam revenue mix memberikan tekanan terhadap margin kotor perseroan karena segmen tersebut memiliki margin lebih rendah dibandingkan pendapatan dari layanan lainnya.
"Hal ini yang akan menjadikan margin kotor kami mengalami penurunan sekitar 1 sampai 1,3 percentage point. Namun kami tetap bisa mempertahankan margin laba kotor kami di angka lebih dari 43 persen," kata dia.
Di sisi keuangan, Mitra Keluarga membukukan kas bersih sekitar Rp3 triliun dengan kondisi neraca tanpa utang. Siklus konversi kas perseroan juga tercatat negatif dua hari.
Untuk belanja modal atau capital expenditure (capex), perseroan mengalokasikan anggaran Rp1 triliun pada 2026. Hingga semester I-2026, realisasi capex telah mencapai Rp577 miliar. (Febrina Ratna Iskana)