Langkah ini diikuti dengan penurunan beban operasional sebesar 40 persen YoY menjadi Rp160 miliar, serta penurunan beban provisi dan biaya terkait aset, sehingga rugi bersih berhasil ditekan sebesar 23 persen YoY menjadi Rp38 miliar.
“Tantangan dari perlambatan ekonomi masih terasa di sektor otomotif hingga kuartal I tahun
ini. Meski demikian, fokus Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas, berhasil mendorong efisiensi operasional, memperkuat profitabilitas, serta
menerapkan disiplin dalam pengelolaan risiko, khususnya pada segmen pembiayaan. Kami
optimis MPMX dapat terus menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan," katanya.
(kunthi fahmar sandy)