sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Laba Mitra Pinasthika (MPMX) Tumbuh 8 Persen Jadi Rp173 Miliar di Kuartal I-2026

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
06/05/2026 15:52 WIB
MPMX mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 8 persen Year on Year (yoy) menjadi Rp173 miliar pada kuartal I-2026.
Laba Mitra Pinasthika (MPMX) Tumbuh 8 Persen Jadi Rp173 Miliar di Kuartal I-2026 (FOTO:Dok Ist)
Laba Mitra Pinasthika (MPMX) Tumbuh 8 Persen Jadi Rp173 Miliar di Kuartal I-2026 (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 8 persen Year on Year (yoy) menjadi Rp173 miliar pada kuartal I-2026 dengan margin laba bersih meningkat menjadi 4,3 persen dari 3,8 persen.

Perseroan juga mencatat pendapatan bersih Rp4,0 triliun atau menurun 4 persen secara tahunan (YoY). Meski demikian, Perseroan berhasil menjaga kinerja profitabilitas, dengan laba kotor meningkat 3 persen YoY menjadi Rp365 miliar dan margin laba kotor membaik menjadi 9,1 persen dari 8,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun laba usaha meningkat sebesar 6 persen YoY menjadi Rp193 miliar, dengan margin laba usaha naik menjadi 4,8 persen dari 4,3 persen, mencerminkan peningkatan efisiensi operasional. 

Grup CFO MPMX Beatrice Kartika menuturkan, secara segmentasi, kinerja Perseroan menunjukkan dinamika yang beragam dengan fokus pada penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi.

"Pada segmen bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMulia mencatatkan kinerja operasional yang beragam, dengan penurunan penjualan sepeda motor pada bisnis distribusi yang sebagian diimbangi oleh pertumbuhan di bisnis ritel serta kestabilan pendapatan purna jual," katanya Rabu (6/5/2026).

Bisnis distribusi mencatatkan penurunan pendapatan penjualan sepeda motor sebesar 5 persen YoY, sementara pendapatan purna jual meningkat sebesar 4 persen YoY. 

Pada bisnis ritel, pendapatan penjualan meningkat sebesar 3 persen YoY, meskipun pendapatan purna jual mengalami penurunan tipis sebesar 2 persen YoY.

Sebagai hasilnya, pendapatan bersih segmen ini menurun 3 persen YoY menjadi Rp3.797 miliar. Namun demikian, laba kotor meningkat 2 persen YoY menjadi Rp321 miliar, dengan margin yang membaik menjadi 8,5 persen dari 8,0 persen, mencerminkan pengelolaan biaya yang lebih optimal serta kontribusi yang lebih baik dari lini bisnis ritel dan purna jual.

Dia melanjutkan, pada segmen bisnis asuransi, MPMInsurance mencatat penurunan pendapatan sebesar 17 persen YoY menjadi Rp204 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan kontribusi pada lini kendaraan bermotor dan properti. 

Namun, kinerja operasional menunjukkan perbaikan, tercermin dari penurunan biaya pendapatan sebesar 22 persen YoY yang mendorong peningkatan hasil layanan asuransi sebesar 10 persen YoY menjadi Rp44 miliar. 

Selain itu, hasil investasi meningkat 34 persen YoY menjadi Rp12 miliar, didukung oleh peningkatan pendapatan lainnya.

Di segmen bisnis penyewaan kendaraan, MPMRent mencatat aktivitas operasional yang lebih moderat, dengan pendapatan menurun 4 persen YoY menjadi Rp368 miliar.

Meski demikian, laba kotor meningkat 9 persen YoY menjadi Rp83 miliar, dengan margin laba kotor yang membaik signifikan menjadi 22,6 persen dari 19,9 persen dari periode yang sama di tahun lalu. 

Peningkatan ini didorong oleh penurunan harga pokok penjualan, peningkatan profitabilitas pada bisnis penyewaan kendaraan, serta kontribusi yang lebih kuat dari penjualan mobil bekas.

Sementara itu, di segmen bisnis pembiayaan, JACCS MPMFinance Indonesia mencatat penurunan pendapatan sebesar 43 persen YoY sejalan dengan strategi Perseroan yang lebih selektif dan berfokus pada kualitas aset. 

Langkah ini diikuti dengan penurunan beban operasional sebesar 40 persen YoY menjadi Rp160 miliar, serta penurunan beban provisi dan biaya terkait aset, sehingga rugi bersih berhasil ditekan sebesar 23 persen YoY menjadi Rp38 miliar.

“Tantangan dari perlambatan ekonomi masih terasa di sektor otomotif hingga kuartal I tahun

ini. Meski demikian, fokus Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas, berhasil mendorong efisiensi operasional, memperkuat profitabilitas, serta

menerapkan disiplin dalam pengelolaan risiko, khususnya pada segmen pembiayaan. Kami

optimis MPMX dapat terus menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan," katanya.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement