"Langkah mitigasi tersebut diambil di tengah tekanan eksternal industri, seperti memanasnya konflik geopolitik di Iran, fluktuasi kenaikan kurs dolar AS yang signifikan, serta kenaikan harga material IT akibat kelangkaan produk di pasar global yang dipicu oleh tingginya permintaan kebutuhan teknologi Artificial Intelligence (AI)," katanya dikutip Minggu (24/5/2026).
Josephine menambahkan, perseroan menilai terdapat lima tantangan makro dan mikro utama yang berpotensi membayangi laju pertumbuhan bisnis hingga akhir 2026, antara lain ketegangan geopolitik, kemudian, volatilitas nilai tukar, dan persaingan pasar.
"Manajemen menegaskan komitmennya untuk mempertahankan tren pertumbuhan melalui pengelolaan anggaran yang sehat dan efisien," kata Josephine.
Sementara itu, manajemen LUCK memberikan sinyal terkait peluang pemberian keuntungan investasi di akhir tahun buku. "Kita berharap profit di akhir tahun akan bagus karena kami ingin sekali membagikan dividen untuk semua shareholder," ujarnya.
(kunthi fahmar sandy)