“Setelah memperoleh sertifikasi API dan TKDN, PSM telah beroperasi secara komersial dan diharapkan dapat terus meningkatkan kapabilitas dan pasarnya sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap kinerja SUNI,” ujar Bambang.
Sementara itu, Direktur Keuangan SUNI Freddy Soejandy menambahkan, kinerja positif sepanjang 2025 turut mendukung pencapaian revisi target laba bersih sebesar 112 persen pada tahun tersebut.
“Sepanjang tahun 2025, perseroan telah merealisasikan belanja modal (capex) sebesar Rp190 miliar untuk menyelesaikan pembangunan pabrik ke-2 RTM. Perseroan akan dapat memenuhi kebutuhan dana untuk penyelesaian pabrik tersebut karena tahun depan sudah tidak akan terlalu signifikan lagi pengeluaran capexnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Freddy.
Sebagai informasi, total ekuitas SUNI meningkat sebesar 10 persen menjadi Rp863 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ekuitas tersebut berasal dari perolehan laba perseroan selama tahun berjalan setelah dikurangi dengan pembagian dividen sebear Rp50 miliar dan pembelian kembali saham sebesar Rp70 miliar.
Meskipun utang bank mengalami kenaikan seiring dengan progres pembangunan pabrik ke-2 RTM, perseroan tetap berhasil menjaga rasio-rasio keuangan sesuai ketentuan kredit dengan Debt to Equity Ratio (DER) pada level 0,30 kali atau jauh berada di bawah ketentuan kredit yaitu maksimal 2,5 kali.
Pada 2025, SUNI mendapatkan arus kas positif dari aktivitas operasional sebesar Rp93 miliar, atau menurun sebesar 65 persen YoY, terutama disebabkan oleh pembayaran kepada suplier. Perseroan tahun ini tetap mengeluarkan kas untuk investasi yang cukup signifikan sebesar Rp200 miliar, nilai tersebut cukup sebanding dengan pengeluran tahun sebelumnya.
Pengeluaran kas untuk investasi ini adalah terutama untuk kelanjutan kegiatan pembangunan pabrik ke-2 RTM di Batam untuk meningkatkan kapasitas produksi. Dari aktivitas pendanaan, arus kas bersih yang dikeluarkan sebesar Rp33 miliar yang terutama digunakan untuk pembelian kembali saham dan pembayaran dividen di samping terdapat penerimaan pinjaman untuk pembangunan pabrik ke-2 RTM.
(Dhera Arizona)