AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Laba Tumbuh 46,43 Persen, Intip Lapkeu BTPN di Semester I-2021

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 29 Juli 2021 09:49 WIB
PT Bank BTPN Tbk (BTPN) membukukan pertumbuhan laba bersih setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk 46,43% year on year (yoy).
Laba Tumbuh 46,43 Persen, Intip Lapkeu BTPN di Semester I-2021. (Foto: MNC Media)
Laba Tumbuh 46,43 Persen, Intip Lapkeu BTPN di Semester I-2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank BTPN Tbk (BTPN) membukukan pertumbuhan laba bersih setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk 46,43% year on year (yoy) dari Rp1,12 triliun menjadi Rp1,64 triliun pada semester I-2021.

Berdasarkan laporan keuangan BTPN, Kamis (29/7/2021), hal ini ditopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 4% yoy menjadi Rp5,59 triliun dalam enam bulan pertama 2021, dibanding Rp5,37 triliun setahun sebelumnya. Pendapatan operasional lain juga tumbuh 5% yoy menjadi Rp960 miliar di semester I 2021, terutama berasal dari peningkatan pendapatan fee.

Bank BTPN juga berhasil menjaga efisiensi operasional usaha, sehingga beban biaya operasional relatif sama dengan tahun lalu. Pertumbuhan pendapatan bunga bersih Bank BTPN ditopang penurunan beban bunga sebesar 40% yoy menjadi Rp1,88 triliun pada enam bulan pertama 2021.

Hal ini sejalan dengan tren suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang juga menurun. Penurunan beban bunga juga tercermin dari meningkatnya saldo dan rasio current account saving account (CASA).

Bank BTPN mencatat CASA, atau sumber dana murah, di level sekitar Rp28,29 triliun pada akhir Juni 2021, naik 4% yoy dari Rp27,23 triliun, sementara time deposit turun 8% yoy menjadi sekitar Rp68,36 triliun.

Dengan demikian rasio CASA meningkat menjadi 29,3% pada akhir Juni 2021 dari 26,9% pada periode yang sama tahun lalu. Secara total, dana pihak ketiga Bank BTPN turun 5% yoy menjadi Rp96,64 triliun pada akhir Juni 2021 dari Rp101,40 triliun.

Penurunan dana pihak ketiga sejalan dengan upaya Bank BTPN untuk memenuhi kebutuhan pendanaan kredit. Dengan permintaan kredit yang masih rendah akibat dampak dari pandemi, total kredit yang disalurkan Bank BTPN per akhir Juni 2021 turun 10% yoy ke posisi Rp135,57 triliun. Rasio gross NPL BTPN berada di level 1,46%.

Sedangkan rasio likuiditas dan pendanaan untuk liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 237,8% dan net stable funding ratio (NSFR) 116,1% per 30 Juni 2021. Perseroan mencatat penurunan aset sebesar 5% (yoy), dari Rp185,19 triliun menjadi Rp175,93 triliun, dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) 27,4%.

Bank BTPN terus meningkatkan keandalan Jenius, aplikasi life finance solution bagi para nasabah digital savvy, di tengah tantangan pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari pertumbuhan yang tercipta.

Jumlah pengguna Jenius tumbuh sebesar 22% (yoy) menjadi lebih dari 3,3 juta, dengan jumlah dana pihak ketiga bertumbuh 44% yoy menjadi Rp15,4 triliun pada akhir Semester I 2021. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD