Laporan ketenagakerjaan April yang akan dirilis 8 Mei diperkirakan menunjukkan penambahan 60.000 lapangan kerja, lebih rendah dari 178.000 di Maret, tetapi lebih baik dibanding penurunan tajam di Februari.
Data terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS meningkat di kuartal pertama, didorong lonjakan investasi bisnis di bidang AI.
Namun, harapan pemangkasan suku bunga kini mulai memudar. Rapat Federal Reserve minggu lalu menunjukkan perpecahan internal, dengan beberapa pejabat khawatir inflasi masih membayangi dan mungkin membutuhkan kenaikan suku bunga.
Nada hawkish ini, ditambah lonjakan harga minyak, mendorong imbal hasil obligasi AS naik ke level tertinggi satu bulan. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,38 persen pada Jumat.
Kenaikan yield ini bisa menjadi masalah bagi saham, karena meningkatkan biaya pinjaman bagi konsumen dan perusahaan.
(NIA DEVIYANA)