IDXChannel - Pekan ini menjadi minggu perdagangan yang lebih pendek seiring adanya libur Jumat Agung pada 3 April 2026 menjelang perayaan Paskah.
Namun, sejumlah data ekonomi yang dirilis pekan ini dan dinamika geopolitik global akan menjadi sentimen utama yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter.
Di Amerika Serikat (AS), investor menanti laporan ketenagakerjaan yang akan dirilis pada 3 April 2026, saat pasar saham AS tutup karena libur Good Friday.
Estimasi median Bloomberg memperkirakan kenaikan 60 ribu lapangan kerja, dengan tidak ada ekonom yang memproyeksikan terjadinya kehilangan pekerjaan secara bersih. Hal ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja masih cukup tangguh meskipun prospek makroekonomi menjadi lebih tidak pasti.
Seiring rilis data lapangan kerja, tingkat pengangguran AS untuk Maret juga akan diumumkan pada 3 April 2026. Pada Februari, tingkat pengangguran tercatat naik ke level 4,4 persen.
Kemudian, survei ISM Manufacturing PMI juga akan memberikan gambaran bagaimana kenaikan biaya energi imbas konflik AS-Israel versus Iran mempengaruhi produsen barang.