Di mana pendapatan segmen TV kabel, internet, dan layanan digital tumbuh signifikan dari USD144,08 juta menjadi menjadi USD211,79 juta pada 2025.
Pertumbuhan ini bersumber dari ekspansi layanan internet melalui anak usaha PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia) dan mulai beroperasinya pusat data komersial melalui anak usaha, PT SMPlus Sentra Data Persada (SM+).
Di sektor energi, DSSA mengakselerasi pengembangan energi surya dan panas bumi. Selain mengoperasikan pabrik panel surya terintegrasi 1 GW di KEK Kendal, perseroan mengembangkan proyek panas bumi melalui PT DSSR Daya Mas Sakti dengan total potensi 440 MW, yang diproyeksikan menjadi sumber baseload listrik hijau untuk mendukung keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.
Eksplorasi sedang berlangsung di enam wilayah strategis, dari Jawa Barat (Cisolok dan Cipanas), Sumatera, hingga Flores dan Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari upaya menggeser ketergantungan pada energi fosil menuju bauran energi bersih.
"DSSA akan terus memperkuat portofolio bisnis yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan energi berkelanjutan," tutur Krisnan.