IDXChannel – Riset BRI Danareksa Sekuritas mengungkap setidaknya ada lima sentimen utama yang membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang akhir Februari.
IHSG terpantau sangat volatil dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Jumat (27/2/2026), indeks sempat anjlok lebih dari 1 persen sebelum memangkas sebagian pelemahan dan ditutup melemah 0,31 persen ke level 8.209,33 pada akhir sesi I.
Sehari sebelumnya, IHSG juga berakhir turun 1,04 persen. Secara kumulatif, dalam sepekan indeks terkoreksi 0,75 persen, sementara dalam satu bulan terakhir telah tergerus 8,58 persen.
Menurut BRI Danareksa, Jumat (27/2), tekanan datang dari faktor global maupun domestik, di tengah kondisi teknikal yang masih rapuh.
Dari eksternal, kebijakan tarif tinggi Amerika Serikat (AS) terhadap panel surya asal Indonesia di kisaran 104,38 persen hingga 143,3 persen meningkatkan kekhawatiran terhadap kinerja ekspor dan potensi eskalasi proteksionisme perdagangan.
Selain itu, ketegangan AS dan Iran yang berpotensi menyeret Rusia serta China turut memicu sikap risk-off di pasar emerging markets, termasuk Indonesia.
Dari dalam negeri, pasar mencermati aturan minimum free float 15 persen yang memunculkan kekhawatiran notasi khusus hingga risiko delisting bagi emiten yang belum memenuhi ketentuan.
Sentimen lain datang dari peringatan S&P Global Ratings mengenai tekanan fiskal, yang memicu kekhawatiran pelebaran defisit serta potensi penurunan rating maupun outlook.
Di saat yang sama, aksi jual investor asing juga tercatat menekan indeks, seperti pada awal perdagangan Jumat (27/2).
Secara teknikal, menurut BRI Danareksa, IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan bias melemah setelah gagal menembus area resistance 8.350-8.440.
Support kunci berada di level 8.150, dan jika tembus, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan ke kisaran 8.015-8.050. Sementara itu, resistance terdekat berada di 8.350.
Indikator MACD menunjukkan histogram yang kian mengecil, mencerminkan momentum yang melemah.
Dengan kombinasi sentimen tersebut, IHSG dinilai masih rentan mengalami koreksi terbatas dalam jangka pendek. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.