sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Liqun Investment Akuisisi Saham Mayoritas KOKA Senilai Rp37,2 Miliar

Market news editor Rahmat Fiansyah
08/03/2026 10:20 WIB
PT Liqun Investment Indonesia menyepakati pembelian saham mayoritas PT Koka Indonesia Tbk (KOKA).
PT Liqun Investment Indonesia menyepakati pembelian saham mayoritas PT Koka Indonesia Tbk (KOKA). (Foto: Ist)
PT Liqun Investment Indonesia menyepakati pembelian saham mayoritas PT Koka Indonesia Tbk (KOKA). (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Liqun Investment Indonesia menyepakati pembelian saham mayoritas PT Koka Indonesia Tbk (KOKA). Perusahaan asal China tersebut resmi menjadi pengendali emiten yang bergerak di sektor konstruksi tersebut.

Liqun selaku pembeli dan PT Kreatif Konstruksi Indonesia (KKI), Gao Jing, Sun Ling, dan Gao Jinfeng selaku penjual telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) pada 6 Maret 2025. Perjanjian tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang ditekenn pada 15 September 2025.

Direktur Utama KOKA, Gao Jing mengungkapkan, nilai transaksi penjualan tersebut mencapai Rp37,2 miliar. Dia menegaskan, para pembeli dan penjual tidak memiliki afiliasi. 

"Tujuan transaksi untuk mengembangkan dan memperluas jaringan bisnis sehingga dapat meningkatkan prospek pengembangan bisnis di bidang konstruksi, khususnya konstruksi infrastruktur," katanya dalam keterbukaan informasi, Jumat (6/3/2026).

Gao mengatakan, penyelesaian transaksi ini tunduk pada pemenuhan persyaratan pendahuluan sebagaimana diatur dalam CSPA dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

KOKA merupakan perusahaan konstruksi berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) asal China pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan mencatatkan sahamnya pada Oktober 2023.

Didirikan pada 2011, perusahaan telah menangani lebih dari 100 proyek, terutama perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di Indoensia mulai dari VIVO hingga SGWM Wuling.

Hingga 28 Februari 2026, PT Kreatif Konstruksi Indonesia menguasai 24,75 persen saham KOKA, Gao Jing 42,75 persen, Ling Sun 5,6 persen, dan Gao Jinfeng 5,4 persen. Sementara free float tercatat sebesar 21,5 persen.

Namun, berdasarkan data terbaru Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), ada nama Fathi yang memiliki 2,05 persen saham KOKA dan Qiuling Shao dengan kepemilikan 1,82 persen. 

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement