Eddy juga mengungkapkan, Logindo akan kembali menjual kapal pada 2026, terutama untuk kapal-kapal yang sudah tua. Saat ini, perseroan masih mencari pembeli yang cocok untuk kapal-kapal tersebut.
Di samping itu, Logindo juga terus memperluas basis pelanggan. Baru-baru ini, perseroan mendapatkan pelanggan baru yakni Wynnergy Marine dan Synergy Marine yang berkontribusi cukup signifikan atas total pendapatan.
Kendati demikian, tingkat utilisasi kapal sepanjang 2025 turun menjadi 74 persen. Padahal, pada 2024, angkanya sekitar 78 persen. Eddy menilai, penurunan ini disebabkan oleh kondisi geopolitik, terutama akibat perang tarif.
Hingga akhir kuartal III-2025, Logindo membukukan pendapatan USD29,5 juta, turun 13 persen secara tahunan. Sementara itu, EBITDA juga turun 26 persen menjadi USD12,8 juta, sedangkan laba bersih anjlok 51 persen menjadi USD871 ribu.
(Rahmat Fiansyah)