Bahkan, pada 2022-2023, sektor ritel sempat menikmati lonjakan penjualan saat fenomena revenge spending meski harga energi sedang meningkat akibat perang Rusia-Ukraina.
Di sisi lain, CGSI mengingatkan bahwa risiko terbesar bagi MAPA justru berasal dari gangguan mobilitas masyarakat. Pengalaman selama pandemi Covid-19 menunjukkan pembatasan aktivitas dan penutupan pusat perbelanjaan memberikan tekanan besar terhadap pendapatan peritel.
Karena itu, kebijakan pemerintah seperti penerapan kembali pola kerja dari rumah (work from home) maupun potensi kerusuhan yang mengganggu aktivitas di pusat perbelanjaan menjadi risiko yang perlu dicermati investor.
Selain itu, analis juga menilai penyusutan jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia menjadi tantangan yang lebih bersifat struktural.
Meski demikian, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat serta portofolio produk olahraga dan gaya hidup yang dimiliki MAPA diyakini dapat membantu perseroan menangkap permintaan konsumen yang beralih ke produk dengan harga lebih terjangkau (down-trading), sehingga menjaga ketahanan penjualan.