Sejalan dengan prospek tersebut, CGSI menurunkan proyeksi kinerja MAPA untuk periode 2026-2028.
Proyeksi penjualan tahun 2026 dipangkas sekitar 8 persen, sementara estimasi laba per saham (EPS) diturunkan 5 persen agar lebih selaras dengan panduan manajemen yang memperkirakan pertumbuhan penjualan toko yang sama (same store sales growth/SSSG) hanya berada pada kisaran satu digit rendah, pertumbuhan penjualan satu digit tinggi, margin laba kotor 46-47 persen, dan margin EBIT sekitar 12 persen.
Untuk 2027-2028, CGSI memangkas proyeksi penjualan sebesar 9-11 persen dan EPS sebesar 14-19 persen.
Revisi tersebut didorong oleh penurunan target pembukaan gerai baru menjadi sekitar 300 toko per tahun dari sebelumnya 380-450 gerai, serta penyesuaian proyeksi margin laba kotor menjadi 46,0-46,5 persen akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Di sisi lain, laju ekspansi yang lebih lambat diperkirakan turut menekan kenaikan beban operasional.