Meski memangkas estimasi laba, CGSI tetap mempertahankan rekomendasi Add untuk saham MAPA. Target harga saham diturunkan menjadi Rp750 dari sebelumnya Rp1.010.
Dalam metodologi CGSI, rekomendasi Add berarti saham tersebut diperkirakan mampu memberikan total imbal hasil (total return) lebih dari 10 persen dalam 12 bulan ke depan.
Menurut CGSI, valuasi MAPA saat ini masih menarik karena diperdagangkan pada 9,2 kali proyeksi price-to-earnings (P/E) 2026, atau sekitar 38 persen lebih rendah dibandingkan perusahaan sejenis di kawasan Asia Pasifik.
Analis menilai MAPA tetap berada pada posisi yang baik untuk menghadapi tekanan ekonomi berkat ketahanan bisnisnya di segmen konsumen menengah atas.
Ke depan, disiplin fiskal pemerintah yang lebih kuat serta stimulus konsumsi berpotensi menjadi katalis positif bagi saham MAPA.