CMRY juga menghadapi tekanan biaya bahan baku.
Harga susu bubuk tercatat meningkat 22 persen sejak awal tahun, sementara perusahaan belum menaikkan harga jual rata-rata.
Kondisi ini diperkirakan menurunkan GPM CMRY menjadi 41,5 persen, atau melemah 200 basis poin secara kuartalan.
Untuk KLBF, GPM diperkirakan turun menjadi 36,6 persen, terkoreksi 25 basis poin secara kuartalan.
Penurunan ini antara lain dipengaruhi apresiasi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sebesar 1,8 persen secara kuartalan, yang meningkatkan tekanan biaya dalam struktur pengeluaran perusahaan.
Sementara itu, GPM SIDO diproyeksikan turun menjadi 51,6 persen, atau melemah 454 basis poin secara tahunan.