Penurunan tersebut diperkirakan dipengaruhi oleh perubahan komposisi produk yang dijual.
Indo Premier menilai tekanan margin belum akan mereda dalam waktu dekat.
Kenaikan biaya bahan baku diperkirakan berlanjut pada kuartal IV-2026 dan berpotensi bertahan hingga semester I-2027.
Fenomena El Nino dapat memperpanjang tekanan harga sejumlah komoditas, sehingga menjadi risiko bagi emiten yang sensitif terhadap biaya bahan baku, terutama MYOR.
Sebaliknya, KLBF dinilai relatif lebih terlindungi dari dampak El Nino.
Namun, besarnya dampak tetap bergantung pada struktur biaya bahan baku perusahaan serta sensitivitas biaya input terhadap harga minyak.
Di tengah tantangan tersebut, Indo Premier mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor barang konsumsi.