Dari sisi aliran dana, investor domestik dinilai telah memiliki eksposur yang cukup besar terhadap sektor ini, sehingga tambahan permintaan saham berpotensi berasal dari investor asing.
Selain itu, sektor barang konsumsi menawarkan imbal hasil dividen sebesar 10,8 persen, lebih tinggi dibandingkan imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun sebesar 7,2 persen.
Selisih tersebut dinilai memberikan daya tarik dari sisi risiko dan potensi imbal hasil.
Dalam urutan preferensi saham, Indo Premier menempatkan KLBF sebagai pilihan utama, diikuti CMRY, ICBP, MYOR, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan SIDO.
Meski demikian, rekomendasi tersebut tetap menghadapi risiko apabila harga bahan baku bertahan tinggi lebih lama dari perkiraan dan daya beli masyarakat terus melemah. (Aldo Fernando)