sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mark Dynamics (MARK) Raup Laba Bersih Rp284 Miliar pada 2025

Market news editor Rahmat Fiansyah
28/03/2026 16:07 WIB
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencetak kinerja yang semakin efisien pada tahun lalu dengan mencatat laba bersih Rp284 miliar.
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencetak kinerja yang semakin efisien pada tahun lalu dengan mencatat laba bersih Rp284 miliar. (Foto: Ist)
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencetak kinerja yang semakin efisien pada tahun lalu dengan mencatat laba bersih Rp284 miliar. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencetak kinerja yang semakin efisien pada tahun lalu. Emiten pembuat sarung tangan medis (glove maker) itu mencatat laba bersih Rp284 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai Rp287 miliar.

MARK mencatat pemulihan kinerja pada paruh kedua 2025 setelah tertekan pada semester I, terutama pada kuartal II-2026. Kondisi ini membuat kinerjanya hampir menyamai tahun lalu, terutama dari sisi laba bersih.

Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Jumat (28/3/2026), MARK membukukan penjualan sebesar Rp837 miliar, turun sekitar 8 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp910 miliar. 

Penjualan dari segmen sarung tangan masih mendominasi dengan porsi 87 persen. MARK juga melakukan diversifikasi produk untuk pertanian dan peralatan rumah tangga di mana memberikan kontribusi masing-masing 10 persen dan 3 persen terhadap total penjualan.

Penjualan ekspor yang menjadi penopang utama kinerja anjlok 14 persen menjadi Rp652 miliar. Pelemahan tersebut tertahan oleh penjualan lokal yang melejit 21 persen menjadi Rp186 miliar. Alhasil, komposisi penjualan lokal naik dari 17 persen menjadi 22 persen dari total penjualan.

Perubahan komposisi ini membuat penjualan terhadap klien global ikut berubah. Malaysia yang selama ini menjadi negara tujuan ekspor MARK turun porsinya dari 48 persen menjadi 27 persen. Adapun pasar Indonesia naik dari 4 persen menjadi 12 persen, sementara Thailand stabil di level 24 persen.

MARK juga berhasil menjaga pangsa pasar sarung tangan di kancah global dengan porsi 40 persen. Dengan kapasitas produksi mencapai 18 juta ton per tahun, MARK jauh mengungguli para pesaingnya di peringkat kedua seperti Hao Xiang (China) dan ES Ceramics (Malaysia) yang memiliki kapasitas produksi masing-masing 6 juta ton dan 5 juta ton.

Laba kotor MARK turun 4,5 persen menjadi Rp422 miliar imbas penurunan penjualan. Akan tetapi, margin laba kotor tercatat meningkat dari 49 persen menjadi 50 persen sebagai dampak dari beban pokok penjualan (COGS) yang lebih rendah. 

Porsi COGS terhadap penjualan berada di level 20 persen, terendah setidaknya dalam 10 tahun terakhir. Penurunan ini merupakan dampak dari penggunaan bahan baku yang lebih rendah imbas efisiensi dan kenaikan skala bisnis.

Porsi bahan baku, terutama alumina, mencapai 42 persen dari total COGS MARK. Kemudian 35 persen berasal dari gaji karyawan, 11 persen biaya listrik, air, dan gas, 5 persen untuk suku cadang, dan 7 persen untuk lain-lain.

Adapun laba bersih mencapai Rp284 miliar, turun 0,7 persen sehingga membuat margin laba bersih terdongkrak dari 31 persen menjadi 34 persen.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement