Teknologi nirkabel yang digunakan untuk pelacakan aset, sistem e-toll, hingga akses gedung ini akan dikembangkan melalui skema perusahaan patungan (joint venture) dengan pemain sekuriti ternama di Asia.
Kerja sama ini dirancang agar JTPE mampu memproduksi bahan setengah jadi secara mandiri, yang selain digunakan untuk kebutuhan internal juga akan dipasarkan ke pasar ekspor.
Perluasan kapasitas pada lini security packaging dan label ini diharapkan menyumbang pertumbuhan dua digit dari sisi kapasitas maupun nilai penjualan.
"Kami berharap kemitraan ini dapat mengantarkan JTPE menjadi penyedia RFID dan komponen RFID terbesar di Indonesia yang mampu melayani kebutuhan ekspor dan domestik, sekaligus mendorong pertumbuhan jangka panjang Perusahaan,” kata Allan.
(NIA DEVIYANA)