sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Masih di Jalur Pelemahan Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup di Rp17.188 per USD

Market news editor Anggie Ariesta
17/04/2026 16:03 WIB
Mata uang Garuda melemah 50 poin atau 0,29 persen ke level Rp17.188 per USD.
Masih di Jalur Pelemahan Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup di Rp17.188 per USD. Foto: iNews Media Group.
Masih di Jalur Pelemahan Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup di Rp17.188 per USD. Foto: iNews Media Group.

Dia juga berkomentar bahwa sikap kebijakan bank sentral saat ini telah tepat.

Dari internal, ekonomi Indonesia tampak mengawali 2026 dengan cukup meyakinkan. Inflasi terjaga dan dekat dengan target Bank Indonesia, konsumsi rumah tangga juga relatif cukup solid, bahkan ditopang kuat oleh momentum Ramadan dan Lebaran. 

Neraca perdagangan juga masih mencatatkan surplus, sementara sektor komoditas dari batu bara hingga minyak kelapa sawit juga masih memberi bantalan terhadap tekanan global. 
 
Namun, menginjak akhir kuartal I-2026 tekanan eksternal terjadi. Eskalasi perang Amerika Serikat (AS) dan Iran  membawa kenaikan harga minyak di atas asumsi makro yang jadi dasar perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 
 
Harga minyak Brent sempat menembus USD118 per barel pada beberapa pekan awal perang. Kini, perang telah berlangsung selama tujuh pekan, dan belum ada tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat. 

Walaupun harga minyak mentah naik namun, pemerintah berkomitmen tidak menyesuaikan harga bahan bakar bersubsidi. Transmisi ini yang dijaga pemerintah agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Sebab, jika tidak, inflasi akan semakin tak terbendung. 
 
Sebelumnya, pemerintah pada bertemu dengan lembaga pemeringkat global Standard & Poor's (S&P) di AS, menekankan komitmen Indonesia dalam menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).


Defisit APBN 2026 yang sebelumnya diperkirakan akan melebar ke kisaran 2,9 persen karena kenaikan harga minyak, bahkan diperkirakan bisa turun sedikit ke kisaran 2,8 persen terhadap PDB. 

Meskipun angka itu masih lebih tinggi dari rancangan awal 2,68 persen. Namun, pemerintah konsisten untuk menjaga defisit di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
 
Dari berbagai sentimen di atas, untuk Senin pekan depan, mata uang rupiah fluktuatif namun diproyeksi melemah pada rentang  Rp17.180- Rp.17.220 per USD. Sedangkan range untuk sepekan diproyeksi melemah di level  Rp17.150-Rp17.300 per USD.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement