Sejalan dengan penurunan kinerja topline, laba bersih Matahari juga terkoreksi 12 persen menjadi Rp725 miliar. Kendati demikian, perseroan berkomitmen untuk membagikan dividen tunai kepada pemegang saham.
"Usulan dividen sebesar Rp250 per saham untuk distribusi 2026," kata manajemen Matahari, Sabtu (28/2/2026).
Pada penutupan perdagangan sore ini, harga saham LPPF turun 3,7 persen menjadi Rp1.820. Dengan asumsi harga saat ini, dividend yield-nya menembus 13,74 persen.
Hingga akhir 2025, posisi kas dan setara kas Matahari mencapai Rp448 miliar. Dengan posisi tanpa utang berbunga (debt free), perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman yang belum digunakan sebesar Rp1,7 triliun.
(Rahmat Fiansyah)