AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Mau Bagi Dividen Rp1,12 Triliun, Saham SMGR Turun 175 poin di Sesi I

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Selasa, 30 Maret 2021 12:27 WIB
Emiten semen pelat merah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) berencana untuk membagikan dividen sebesar Rp188,3 per saham atau senilai Rp1,12 triliun.
Mau Bagi Dividen Rp1,12 Triliun, Saham SMGR Turun 175 poin di Sesi I. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Emiten semen pelat merah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) berencana untuk membagikan dividen sebesar Rp188,3 per saham atau senilai Rp1,12 triliun. Namun, rencana tersebut tidak selaras dengan harga saham emiten tersebut, dalam perdagangan hari ini, saham SMGR turun 175 poin.

Adapun dividen yang akan dibagikan setara dengan 40% dari laba bersih 2020 yang tercatat Rp2,79 triliun.

Berdasarkan data RTI Business, pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa (30/3/2021), saham SMGR justru alami penurunan 175 poin atau 1,57% ke 10.975 pada pukul 11:38 WIB.

Sebelumnya, sepanjang tahun 2020 Semen Indonesia membukukan kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai 16,73% menjadi Rp2,79 triliun dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu Rp2,39 triliun. 

Sedangkan pendapatan emiten berkode saham SMGR turun 12,87% dari Rp35,17 triliun menjadi Rp40,37 triliun. 

Penurunan ini dipengaruhi pelemahan permintaan akan produk bahan bangunan, dan penundaan pengembangan sejumlah proyek strategis nasional akibat kebijakan realokasi anggaran pemerintah juga memicu penurunan pendapatan tersebut.

Perseroan juga tengah melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat, sehingga perseroan mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif.

Meski demikian, perseroan terus mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan didukung berbagai inisiatif strategis, seperti keberhasilan perseroan menekan beban pokok pendapatan tahun 2020. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD