AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Mau Bangun Pesantren, Saham REAL Diborong Ustaz Yusuf Mansur

MARKET NEWS
Anto Kurniawan
Senin, 16 Agustus 2021 07:04 WIB
Ustaz Yusuf Mansur kembali melakukan gebrakan bisnis, dengan memborong saham emiten properti PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL).
Mau Bangun Pesantren, Saham REAL Diborong Ustaz Yusuf Mansur. (Foto: MNC Media)
Mau Bangun Pesantren, Saham REAL Diborong Ustaz Yusuf Mansur. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Ustaz Yusuf Mansur kembali melakukan gebrakan bisnis, dengan memborong saham emiten properti PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL). Kepastian masuknya Yusuf Mansur dalam jajaran pemegang saham REAL dibagikan lewat akun Instagram pribadinya @yusufmansurnew.

"Ini bisa jadi Ferarinya saya dan Daarul Qur'an, impian-impian kita banyak nih. Salah satu impiannya adalah membangun kawasan pesantren di mana saja. Di kota-kota besar terutama, yang mana suatu kawasan diisi 100 brand pesantren. Ini perlu kendaraan, jadi ngambil REAL ini sangat-sangat strategis," ujar Yusuf Mansur, seperti dikutip, Senin (16/8/2021).

Sementara dalam akun resmi instagram miliknya, Ia menerangkan lebih jauh terkait tujuan membeli saham REAL. Contohnya seperti menyatukan pembukaan, pendirian, pengembangan pesantren di 100 kota sekaligus dengan propertinya. Ia merasa langkah tersebut bisa menghadirkan 100 proyek properti beriringan bersama pesantren.

"Ini beberapa hari yang lalu di UOB Kay Hian, urusan saham REAL. Bismillaah Walhamdulillaah. Ini saham gocap, tapi fundamentalnya bagus. Bisa jadi kendaraan buat seluruh bisnis properti. Nanti kita kelola yang benar ini perusahaan, bukan jadi perusahaan goreng-gorengan. Tumbuh dan besar, saya masuk dengan izin Allah jadi pemegang sahamnya," tulisnya.

Sambung Yusuf Mansur menerangkan, bakal mengundang pemilik-pemilik tanah kecil 100 meter sampai 1.000 meter di kota-kota besar. Menurutnya masih banyak pemilik lahan yang tersudut karena wilayahnya sudah menjadi perkotaaan, karena mereka tidak memiliki dana untuk dana sehingga aset itu hanya menjadi lahan tidur. Hal itu dilihatnya sebagai potensi, bila semuanya bersatu.

"Diisengin bangun-bangun cluster kecil-kecil pemilik tanah langsung jadi CEO, yang ngerajut REAL. Ini bakal gila, masuk 1.000 tanah saja sudah langsung 1.000 cluster. Kita bisa right issue bareng, imbreng aset, gede banget ini," ungkapnya.

Belum lagi ungkap Yusuf Mansur dengan revitalisasi rumah orang-orang kampung di perumahan-perumahan besar.

"Ini banyak loh, misal kayak orang Betawi di BSD, masih banyak yang ribuan meter sampai hektar. Di isi sama keluarga-keluarga betawi, ini jumlahnya bisa ratusan. Kerja sama begini apalagi melibatkan BUMN-BUMN Properti, wuih sedap dah. InsyaaaAllah, jalan kenceng nambahin gerak ekonomi Indonesia," paparnya.

Di akui olehnya ada beberapa masalah yang memang harus diselesaikan soal urusan bisnis. Diharapkan Ia bisa menyelesaikan hal itu ke depannya.

"Saya Yusuf Mansur, engga menutup diri dan engga menutup mata. Bahwa saya juga ada masalah, ada kesulitan, ada kesusahan, ada persoalan, karena itu saya minta maaf ke kawan-kawan dan minta didoakan agar bisa menyelesaikan semuanya," tulisnya.

"Plus bisa menuntaskan opportuniti-opportuniti ke depannya, buat kemajuan bersama. Tapi kalo saya nipu, jahatin orang, ga banget. Saya bertawakkal kepada Allah. Semoga Allah lindungi kita semua dari semua kesalahan, kejahatan, keburukan, dosa, dan maksiat, diri kita sendiri dan dari seluruh makhluknya Allah...," ucapnya.

"Oke, selamat datang di REAL. Kita yang REAL REAL aja. Nanti ekosistem keuangannya, pakai Motion Banking (BABP), pakai Paytren. Bahan-bahan bangunan dan kontruksinya pakai BEBS, pake punya kita semua. Bila kita disiplin, dalam tiga sampai lima tahun ke depan, segede-gedenya adalah kita. Bukan orang lain, makanya kalo beli, pegangin," terang Yusuf Mansur. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD