sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemerintah Siapkan Langkah Relokasi bagi Pesantren Terdampak Bencana di Tegal

News editor Kunthi Fahmar Sandy
16/02/2026 23:58 WIB
Bencana berskala luas hampir selalu berdampak pada rumah ibadah ataupun lembaga keagamaan.
Pemerintah Siapkan Langkah Relokasi bagi Pesantren Terdampak Bencana di Tegal (FOTO:Dok Kemenag)
Pemerintah Siapkan Langkah Relokasi bagi Pesantren Terdampak Bencana di Tegal (FOTO:Dok Kemenag)

IDXChannel - Pemerintah berkomitmen dalam memulihkan pesantren dan rumah ibadah yang terdampak bencana saat meninjau langsung sejumlah titik terdampak di Kabupaten Tegal. 

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menyampaikan bencana berskala luas hampir selalu berdampak pada rumah ibadah ataupun lembaga keagamaan. Sama halnya yang terjadi di Kecamatan Jatinegara, ada satu masjid, satu mushola, serta dua pondok pesantren mengalami kerusakan akibat bencana.

“Dalam setiap bencana yang skalanya luas, pasti berdampak juga pada pesantren dan rumah ibadah. Karena itu, pada tahap awal kami langsung menyalurkan bantuan melalui program Kemenag Peduli,” ujarnya di Tegal, dikutip dari keterangan tertulis Senin (16/2/2026).

Adapun bantuan yang disalurkan berasal dari berbagai tingkatan satuan kerja Kementerian Agama Republik Indonesia. Kantor Kemenag Kabupaten Tegal menyalurkan sekitar Rp20 juta, Kantor Wilayah Jawa Tengah Rp100 juta, Kemenag pusat melalui program peduli bencana Rp250 juta, serta tambahan Rp100 juta dari Direktorat Pondok Pesantren.

Menurutnya, bantuan awal tersebut merupakan langkah tanggap darurat. Selanjutnya, pesantren terdampak akan mengajukan proposal resmi yang akan dikaji untuk menentukan kebutuhan mendesak agar kegiatan operasional dapat segera kembali berjalan.

Selain bantuan finansial, Kemenag juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait rencana pembangunan kembali pesantren di lokasi yang lebih aman dari risiko bencana.

Romo menjelaskan, pihak pengasuh pesantren telah berinisiatif menyiapkan lahan baru seluas tiga hektar di kawasan bebas bencana. Saat ini, pembebasan lahan baru terealisasi sekitar 5.000 meter persegi dan masih memerlukan tambahan lagi.

“Jika pembebasan lahan sudah selesai, pembangunan akan didukung bersama oleh Kementerian Agama dan Kementerian PU agar pesantren bisa berdiri kembali di lokasi yang aman,” tuturnya.

Romo juga menyoroti keberlanjutan kegiatan belajar mengajar para santri selama masa pemulihan. Untuk sementara, para santri masih diliburkan dalam masa tanggap darurat. Namun, pihak pesantren telah menyiapkan skema pembelajaran alternatif agar proses pendidikan tetap berjalan meski sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih.

Pemerintah berharap langkah tanggap darurat, pemulihan bertahap, serta relokasi ke kawasan aman dapat memastikan aktivitas pendidikan keagamaan kembali normal dalam waktu secepatnya.


(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement