AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/10/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
518.56
-0.09%
-0.46
IHSG
6656.00
-0.04%
-2.77
LQ45
975.16
-0.13%
-1.28
HSI
26136.02
1.35%
+348.81
N225
29255.55
0.14%
+40.03
NYSE
16988.16
0.75%
+126.16
Kurs
HKD/IDR 1,808
USD/IDR 14,075
Emas
805,176 / gram

Mau IPO Tahun Ini, Ini Profil MIND ID dan Logam Mulia

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Jum'at, 07 Mei 2021 14:43 WIB
14 BUMN akan melakukan penawaran saham perdana (IPO) Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satunya, MIND ID dan Logam Mulia.
Mau IPO Tahun Ini, Ini Profil MIND ID dan Logam Mulia

IDXChannel - 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melakukan penawaran saham perdana (IPO) Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satunya, MIND ID dan Logam Mulia, berikut profil kedua perusahaan tersebut.

1. MIND ID

Pada tanggal 27 November 2017, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), atau Inalum, resmi menjadi Holding BUMN Industri Pertambangan dengan nama Mining Industry Indonesia (MIND ID). MIND ID menguasai saham milik pemerintah Indonesia di PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia.

Pada 17 Agustus 2019, Inalum sebagai Holding menghadirkan identitas baru yang membedakan antara fungsi Holding dan fungsi operasional peleburan aluminium.

MIND ID hadir untuk mengeksplorasi, menjelajah, dan mencari. Mencari cara dan inovasi baru untuk memperoleh, mempelajari, dan mengelola potensi kekayaan sumber daya mineral dan batubara Indonesia dan industri pengolahannya, hingga memasarkan berbagai produk mineral tambang untuk menjadi sumber kebaikan untuk kemajuan bersama.

2. Logam Mulia

Logam Mulia adalah anak perusahaan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam yang bergerak di bidang pertambangan dengan integrasi vertikal, mulai dari eksplorasi, penambangan, pemurnian, manufaktur dan perdagangan logam mulia.

Perusahaan yang dikenal sebagai Ritel Emas Terbaik di Tanah Air ini satu-satunya perusahan pemurnian Logam Mulia di Indonesia yang terdaftar di Good Delivery List of LBMA (London Bullion Market Association). Perseroan memiliki kebijakan rantai pasokan yang sesuai dengan Responsible Gold Guidance LBMA.

Logam Mulia memiliki visi "Menjadi Perusahaan Berbasis Industri Logam Mulia yang Terkemuka di Asia Pasifik". Selain itu, terdapat lima misi yang dimiliki Logam Mulia, yaitu:

1. Menjamin mutu produk dan layanan secara profesional untuk kepuasan pelanggan, dengan mengutamakan sumber daya emas yang bebas dari daerah konflik, penyalahgunaan hak-hak asasi manusia yang sejalan dengan kebijakan LBMA.

2. Utamakan Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L) dalam setiap aktivitas, pencegahan cidera dan penyakit akibat kerja yang sesuai dengan persyaratan perundangan yang berlaku.

3. Lingkungan operasional dijaga dari pencemaran tanah, air dan udara dengan mengelola limbah B3 dan non B3 serta melestarikan keanekaragaman hayati.

4. Inovasi dan penerapan teknologi tepat guna yang berwawasan lingkungan untuk memaksimalkan nilai tambah bagi stakeholder, perusahaan dan lingkungan serta ekonomis, efisien dan efektif dalam pemanfaatan sumber daya alam.

5. Aktif melakukan perbaikan proses bisnis berkelanjutan melalui sistem manajemen mutu, lingkungan dan K3 serta berpartisipasi bagi kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi khususnya pendidikan dan lingkungan.


Analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, rencana IPO yang dilakukan perusahaan plat merah di sektor pertambangan dinilai sangat baik karena sektor tersebut prospeknya bagus di Tanah Air.

"Pertambangan prospeknya bagus dalam hal untuk pemenuhan sumber daya alam  maupun hilirisasi pertambangan dan saya berharap juga tanggung jawab CSR dan lingkungan hidup itu sangat penting untuk meyakinkan investor asing," ujar Nafan, Jumat (7/5/2021).

Kemudian, terdapat satu perusahaan BUMN di sektor pertanian, yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero) atau Pupuk Kaltim. Terkait rencana IPO perusahaan BUMN di sektor tersebut, Nafan menyebut hal tersebut sangat tepat mengingat Indonesia saat ini masih mengandalkan sektor pertanian.

"Sektor pertanian, Indonesia saat ini masih mengandalkan sektor pertanian ya dalam rangka untuk meningkatkan ketahanan pangan dalam negeri, ya political will juga untuk mengurangi impor," kata dia. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD