Adapun MDRN berperan sebagai mitra implementasi dan penyedia layanan purna jual, mencakup implementasi sistem, optimalisasi dan integrasi solusi, pelatihan sumber daya manusia, serta dukungan teknis jangka panjang.
Meski demikian, nilai transaksi, skema komersial, serta tahapan implementasi lanjutan masih akan ditentukan sesuai kebutuhan proyek dan kesepakatan para pihak.
"Kolaborasi ini diproyeksikan memberikan dampak positif dalam jangka menengah dan panjang, khususnya dalam memperkuat portofolio bisnis MDRN di sektor manufaktur berteknologi tinggi serta meningkatkan peran perseroan sebagai penyedia solusi industri dan layanan purna jual strategis," tutur Martino.
Sebagai informasi, MDRN membukukan ekuitas negatif sebesar Rp279,5 miliar hingga 30 September 2025. Salah satu opsi memperbaiki ekuitas perseroan dengan mengkonversi utang dengan para kreditur.
Rencana tersebut bergantung pada kesediaan kreditur untuk menyetujui skema konversi utang ke ekuitas.