IDXChannel - PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meraih proyek pengembangan dan implementasi Advanced Smart Factory CNC System dari PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI).
Proyek tersebut juga melibatkan Genertec yang difokuskan pada pengembangan dan implementasi Advanced Smart Factory CNC System dalam mendorong transformasi manufaktur kedirgantaraan PTDI menuju konsep Industri 4.0.
Corporate Secretary Modern Internasional, Martino menjelaskan, kerja sama ini menitikberatkan pada penguatan sistem manufaktur berbasis Computer Numerical Control (CNC) yang terintegrasi dengan teknologi pabrik cerdas.
"Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan presisi produksi, efisiensi operasional, serta integrasi digital di fasilitas manufaktur PTDI," kata Martino dalam keterbukaan informasi, Rabu (18/2/2026).
Martino menjelaskan, Genertec akan menyediakan teknologi CNC mutakhir dan solusi manufaktur cerdas, termasuk sistem otomasi, analitik produksi waktu nyata (real-time analytics), pemeliharaan prediktif, hingga integrasi digital melalui konsep digital twin.
Sementara itu, PTDI menjadi pengguna sekaligus pengembang utama sistem manufaktur CNC pabrik cerdas di fasilitas produksinya.
Adapun MDRN berperan sebagai mitra implementasi dan penyedia layanan purna jual, mencakup implementasi sistem, optimalisasi dan integrasi solusi, pelatihan sumber daya manusia, serta dukungan teknis jangka panjang.
Meski demikian, nilai transaksi, skema komersial, serta tahapan implementasi lanjutan masih akan ditentukan sesuai kebutuhan proyek dan kesepakatan para pihak.
"Kolaborasi ini diproyeksikan memberikan dampak positif dalam jangka menengah dan panjang, khususnya dalam memperkuat portofolio bisnis MDRN di sektor manufaktur berteknologi tinggi serta meningkatkan peran perseroan sebagai penyedia solusi industri dan layanan purna jual strategis," tutur Martino.
Sebagai informasi, MDRN membukukan ekuitas negatif sebesar Rp279,5 miliar hingga 30 September 2025. Salah satu opsi memperbaiki ekuitas perseroan dengan mengkonversi utang dengan para kreditur.
Rencana tersebut bergantung pada kesediaan kreditur untuk menyetujui skema konversi utang ke ekuitas.
Selain konversi utang, MDRN juga melanjutkan proses penjualan aset tetap untuk mengurangi beban utang sekaligus menekan defisit ekuitas yang masih membayangi neraca perseroan.
Di sisi operasional, perseroan juga mendorong perbaikan kinerja usaha. Di mana entitas anak MDRN telah membukukan pendapatan sekitar Rp32 miliar, sementara induk usaha Modern Internasional (MI) mencatatkan pendapatan sekitar Rp1,5 miliar hingga akhir 2025.
(DESI ANGRIANI)