Secara operasional, MedcoEnergi memproduksi 156 mboepd, didorong oleh produksi perdana dari Lapangan Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B, kinerja kuat berkelanjutan di Oman Block 60, dan peningkatan hak partisipasi operasi di PSC Corridor.
Perseroan juga memperluas portofolio di Sumatera dengan meningkatkan participating interest (PI) di Corridor menjadi 70 persen, PI efektif di PT Transportasi Gas Indonesia menjadi 40 persen, serta mengakuisisi 45 persen PI di PSC Sakakemang.
Pada 31 Maret 2026, perseroan meneken PSC Cendramas, yang menandai kembalinya MedcoEnergi sebagai operator blok minyak lepas pantai tersebut. PSC Cendramas berdekatan dengan operasi di South Natuna Sea Block B dan memiliki geologi dan karakteristik teknis yang serupa.
Untuk segmen ketenagalistrikan, MedcoEnergi menjual listrik 4.371 GWh, sepanjang tahun lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 persen di antaranya berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT).
Sementara AMMN mencapai panduan produksi konsentrat 2025 dengan produksi sebesar 446.563 metrik ton kering, yang mengandung 208,9 jutapon tembaga dan 102,8 ribu ons emas, serta pemurnian lebih lanjut sebesar 176 pon katoda tembaga dan 124,7 ribu ons emas.