Pada 2025, MedcoEnergi juga merealisasikan belanja modal (capex) sebesar USD437 juta, sementara biaya produksi migas berada di level USD8,6 per boe sesuai panduan.
Likuiditas perseroan juga tetap kuat dengan posisi kas sebesar USD633 juta pada akhir 2025, dibandingkan USD697 juta pada akhir tahun sebelumnya.
Rasio utang bersih terhadap EBITDA berada di level 2,0 kali. Utang konsolidasi meningkat menjadi USD3,65 miliar, terutama untuk membeli FPSO Marlin Natuna demi memastikan keberlanjutan produksi di Lapangan Forel (South Natuna Sea Block B), serta pembiayaan proyek pembangkit EBT dan pembangkit listrik berbasis gas.
"Saya sangat puas dengan kinerja tahun 2025. Memasuki 2026, kami tetap berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, dengan target produksi minyak & gas dan penjualan listrik yang kembali mencatatkan rekor baru bagi Medco," kata Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro.
(Rahmat Fiansyah)