sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

MedcoEnergi (MEDC) Cetak Laba Bersih Rp1,69 Triliun pada 2025

Market news editor Yanto Kusdiantono
02/04/2026 15:28 WIB
PT Medco Energi Internasional Tbk atau MedcoEnergi (MEDC) mencatat pelemahan laba bersih di tengah pendapatan yang relatif stabil.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatat pelemahan laba bersih di tengah pendapatan yang relatif stabil. (Foto: Ist)
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatat pelemahan laba bersih di tengah pendapatan yang relatif stabil. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Medco Energi Internasional Tbk atau MedcoEnergi (MEDC) mencatat pelemahan laba bersih di tengah pendapatan yang relatif stabil. Laba bersih turun hingga 72 persen menjadi USD101 juta atau setara Rp1,69 triliun dari tahun sebelumnya USD367 juta.

Sementara itu, pendapatan MedcoEnergi sepanjang 2025 terkoreksi tipis 0,2 persen menjadi USD2,39 miliar. Perseroan juga mencatat EBITDA sebesar USD1,26 miliar pada tahun lalu, tidak jauh berbeda dengan 2024.

CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato menilai, kinerja perseroan pada tahun lalu cukup positif di tengah kondisi perekonomian global dan domestik yang dinamis. Pada 2025, harga minyak rata-rata turun 15 persen dari USD78 per barel menjadi USD67 per barel, sedangkan harga gas melemah dari USD7 menjadi USD6,8 per mmbtu.

"Total imbal hasil pemegang saham tahunan mencapai rekor 27 persen dengan pengembalian sebesar USD110 juta kepada pemegang saham seiring tercapainya target produksi Minyak & Gas sebesar 156 mboepd dan target penjualan listrik sebesar 4.371 GWh," katanya melalui keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).

Penurunan laba bersih perseroan terutama disebabkan kontribusi yang lebih rendah dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), penurunan nilai aset nonkas, biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga, serta melemahnya harga komoditas.

Secara operasional, MedcoEnergi memproduksi 156 mboepd, didorong oleh produksi perdana dari Lapangan Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B, kinerja kuat berkelanjutan di Oman Block 60, dan peningkatan hak partisipasi operasi di PSC Corridor.

Perseroan juga memperluas portofolio di Sumatera dengan meningkatkan participating interest (PI) di Corridor menjadi 70 persen, PI efektif di PT Transportasi Gas Indonesia menjadi 40 persen, serta mengakuisisi 45 persen PI di PSC Sakakemang.

Pada 31 Maret 2026, perseroan meneken PSC Cendramas, yang menandai kembalinya MedcoEnergi sebagai operator blok minyak lepas pantai tersebut. PSC Cendramas berdekatan dengan operasi di South Natuna Sea Block B dan memiliki geologi dan karakteristik teknis yang serupa.

Untuk segmen ketenagalistrikan, MedcoEnergi menjual listrik 4.371 GWh, sepanjang tahun lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 persen di antaranya berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT). 

Sementara AMMN mencapai panduan produksi konsentrat 2025 dengan produksi sebesar 446.563 metrik ton kering, yang mengandung 208,9 jutapon tembaga dan 102,8 ribu ons emas, serta pemurnian lebih lanjut sebesar 176 pon katoda tembaga dan 124,7 ribu ons emas.

Pada 2025, MedcoEnergi juga merealisasikan belanja modal (capex) sebesar USD437 juta, sementara biaya produksi migas berada di level USD8,6 per boe sesuai panduan.

Likuiditas perseroan juga tetap kuat dengan posisi kas sebesar USD633 juta pada akhir 2025, dibandingkan USD697 juta pada akhir tahun sebelumnya.

Rasio utang bersih terhadap EBITDA berada di level 2,0 kali. Utang konsolidasi meningkat menjadi USD3,65 miliar, terutama untuk membeli FPSO Marlin Natuna demi memastikan keberlanjutan produksi di Lapangan Forel (South Natuna Sea Block B), serta pembiayaan proyek pembangkit EBT dan pembangkit listrik berbasis gas. 

"Saya sangat puas dengan kinerja tahun 2025. Memasuki 2026, kami tetap berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, dengan target produksi minyak & gas dan penjualan listrik yang kembali mencatatkan rekor baru bagi Medco," kata Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement