WIFI menargetkan pembangunan 5.500 site FWA dengan potensi menjangkau 5 juta pelanggan.
Sementara, pemerintah menargetkan program Internet Rakyat dapat menjangkau hingga 34,5 juta rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah, yang turut membuka peluang peningkatan kebutuhan infrastruktur jaringan ke depan.
Analis OCBC Sekuritas Gani menilai, posisi MTEL sangat strategis dalam menangkap peluang ini.
Pemenang Internet rakyat cenderung tidak punya waktu untuk membangun tower yang cukup banyak dalam waktu singkat, ditambah biaya pembuatan tower juga cukup mahal.
“Pasar selama ini melihat tenancy rendah sebagai kelemahan. Padahal, dalam konteks FWA, itu justru ruang pertumbuhan. Ketika operator mulai agresif ekspansi ke luar Jawa, mereka tidak perlu membangun dari nol. Mereka tinggal masuk ke tower yang sudah ada, dan itu langsung meningkatkan tenancy,” kata dia.