Wilayah luar Jawa yang sebelumnya dinilai memiliki keterbatasan monetisasi kini mulai dilihat sebagai area pengembangan layanan.
Kondisi ini membuka ruang bagi peningkatan tenancy ratio seiring potensi pertumbuhan permintaan di kawasan tersebut.
Layanan Fixed Wireless Access (FWA) sendiri membutuhkan jaringan pemancar yang luas untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani fiber optik.
Dalam konteks ini, menara telekomunikasi menjadi infrastruktur utama, sehingga ekspansi FWA berpotensi mendorong peningkatan jumlah penyewa (tenant) pada menara yang sudah ada, terutama di luar Jawa.
Di sisi lain, dua operator Internet Rakyat, yakni PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), serta PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia), memasang target ekspansi yang cukup agresif.