Pada 2025, MTEL membukukan pendapatan Rp9,53 triliun, tumbuh 2,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Segmen penyewaan menara (tower leasing) masih menjadi kontributor utama dengan pendapatan Rp7,79 triliun atau naik 2,2 persen.
Sementara itu, segmen fiber optic mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 18,1 persen menjadi Rp574 miliar.
Kinerja tersebut mendorong EBITDA perseroan mencapai Rp7,84 triliun, dengan margin yang relatif stabil di level 82,2 persen.
Laba bersih tercatat sebesar Rp2,11 triliun. Hingga akhir 2025, MTEL memiliki 40.230 menara dengan total 63.084 tenant, serta jaringan fiber optic yang disewakan sepanjang 70.618 kilometer. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.