Selain itu, potensi kenaikan premi bijih limonit dapat menambah laba MBMA sekitar USD8-USD39 juta, atau setara 4-21 persen dari estimasi laba 2026.
Sementara itu, EMAS diproyeksikan menikmati lonjakan kinerja seiring kenaikan harga emas. Indo Premier memperkirakan potensi kenaikan laba per saham (EPS) sebesar 11-34 persen pada 2026, didukung peningkatan kapasitas input heap leach (HL) menjadi sekitar 8 juta ton, yang berpotensi menambah produksi emas sekitar 13 ribu ons.
Akselerasi pembangunan fasilitas CIL satu tahap juga dinilai dapat mempercepat pencapaian produksi puncak sekitar 500 ribu ons, lebih cepat dibandingkan rencana sebelumnya.
Kemudian, untuk MDKA, katalis utama berasal dari potensi masuknya mitra strategis pada proyek tembaga Tujuh Bukit (TB).
Indo Premier menilai keberhasilan menggandeng mitra, baik melalui kepemilikan minoritas maupun mayoritas, akan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan valuasi, mengingat kompleksitas teknis proyek tambang bawah tanah tersebut.