Pada September 2019, gelombang demonstrasi mahasiswa menolak RKUHP dan revisi UU KPK juga memberikan tekanan terhadap IHSG. Indeks melemah 0,41 persen saat aksi dan kembali turun 1,11 persen pada perdagangan berikutnya.
Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah tensi demonstrasi mereda, pasar kembali mengalami rebound teknis.
Pergerakan serupa juga terjadi ketika aksi penolakan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law bergulir pada Oktober 2020.
Ketidakpastian politik memicu volatilitas dan aksi ambil untung, tetapi setelah situasi lebih jelas, investor asing kembali membukukan pembelian bersih.
Sementara itu, aksi "Peringatan Darurat" terkait revisi UU Pilkada pada Agustus 2024 menjadi salah satu contoh ketika sentimen politik berdampak cukup jelas terhadap IHSG. Indeks turun 0,87 persen ke 7.488 ketika tensi politik meningkat.