Namun, setelah DPR membatalkan revisi UU Pilkada, ketidakpastian mereda dan pasar kembali melanjutkan tren penguatan.
Demo 2025 Jadi Pengingat
Gejolak yang lebih baru terjadi pada rangkaian demonstrasi Agustus 2025. Ketegangan politik dan bentrokan sempat meningkatkan tekanan jual investor asing, bahkan IHSG sempat turun tajam 2,3 persen secara intraday.
Meski demikian, tekanan tersebut kembali bersifat sementara. Setelah pemerintah memberikan sinyal evaluasi dan tensi di lapangan menurun, pasar berangsur pulih.
Dari rangkaian tersebut, Sinarmas Sekuritas melihat pola yang relatif konsisten, yakni pasar saham lebih sensitif terhadap ketidakpastian sebelum dan selama aksi berlangsung dibandingkan terhadap demonstrasinya sendiri.
Artinya, yang paling menentukan bukan semata-mata ada atau tidaknya demo, melainkan bagaimana aksi tersebut berlangsung dan bagaimana pemerintah meresponsnya.