sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menakar Dividen Jumbo dari Unilever (UNVR) usai Lepas Bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi

Market news editor Rahmat Fiansyah
15/02/2026 17:40 WIB
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memastikan bakal membagikan dividen tunai jumbo kepada para pemegang saham.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memastikan bakal membagikan dividen tunai jumbo kepada para pemegang saham. (Foto: Ist)
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memastikan bakal membagikan dividen tunai jumbo kepada para pemegang saham. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memastikan bakal membagikan dividen tunai jumbo kepada para pemegang saham. Perusahaan consumer goods tersebut siap memberikan seluruh laba bersihnya sebagai dividen, termasuk hasil penjualan bisnis es krim dan teh Sariwangi.

Presiden Direktur Unilever, Benjie Yap mengatakan, kebijakan untuk membagikan 100 persen laba bersih untuk dividen merupakan bentuk komitmen berkelanjutan perseroan kepada pemegang saham.

"Kami juga tetap memberikan dividen dengan payout ratio 100 persen. Selain itu, perusahaan juga membagikan dividen tambahan satu kali ke para pemegang saham dari hasil divestasi bisnis es krim dan teh Sariwangi," kata Benjie, Kamis (12/2/2026).

Pada 2025, Unilever melakukan divestasi dua unit bisnisnya agar fokus dalam menggarap segmen "Home and Personal Care" yang memiliki margin lebih tinggi. Dari penjualan bisnis es krim Walls, Unilever mengantongi Rp7 triliun dari PT Magnum Ice Cream.

Sedangkan dari penjualan teh Sariwangi, Unilever melepasnya kepada PT Savoria Kreasi Raya (Grup Djarum) senilai Rp1,5 triliun. Dengan demikian, perseroan memperoleh pendapatan one-off senilai Rp8,5 triliun di luar pendapatan operasional.

Sepanjang 2025, Unilever meraup laba bersih Rp7,64 triliun, naik 127 persen secara tahunan, imbas divestasi dua unit bisnisnya. Dari penjualan tersebut, perseroan diperkirakan meraih keuntungan bersih Rp3,8 triliun untuk bisnis es krim dan Rp800 miliar dari tes Sariwangi.

Investment Analyst Lead Stockbit, Edi Chandren mengatakan, tanpa memperhitungkan hasil pelepasan aset, laba bersih Unilever pada 2025 sebesar Rp3,54 triliun, naik 22 persen. Adapun laba bersih pada kuartal IV-2025 tercatat Rp538 miliar, tumbuh 75 persen secara tahunan dan turun 51 persen secara kuartalan, imbas beban transformasi.

"Penurunan laba bersih yang signifikan secara kuartalan disebabkan oleh biaya transformasi sebesar Rp460 miliar yang dibukukan pada 4Q25, terutama pada segmen ‘Home & Personal Care’," ujarnya dalam riset.

Edi memperkirakan total dividen tunai yang akan dibagikan oleh Unilever mencapai Rp8,1 triliun, sudah termasuk dana penjualan bisnis es krim dan teh Sariwangi. Pada Desember 2025, Unilever telah membagikan dividen interim senilai Rp3,3 triliun, sehingga sisa alokasi dividen sekitar Rp4,8 triliun.

Angka tersebut mengindikasikan dividend yield sebesar 5,5 persen berdasarkan harga saham UNVR pada penutupan perdagangan Jumat (13/2/2026) sebesar Rp2.300 per saham.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement