Dari sisi wilayah, pertumbuhan di Pulau Jawa tercatat sebesar 5 persen yoy, didorong oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Namun, Jakarta justru mengalami kontraksi. Sementara itu, wilayah luar Jawa (ex-Java) mencatat kinerja lebih kuat dengan pertumbuhan 6 persen yoy, terutama ditopang oleh Bali dan Nusa Tenggara serta Sumatra yang terdorong aktivitas rekonstruksi pascabanjir.
Kinerja emiten juga mencerminkan tren tersebut. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatat pertumbuhan volume 5 persen yoy pada Februari, ditopang lonjakan penjualan semen kantong sebesar 9 persen yoy.
Pertumbuhan terutama berasal dari wilayah luar Jawa, termasuk Indonesia Timur, Sulawesi, dan Sumatra.
Sebaliknya, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat pertumbuhan lebih terbatas, yakni 2 persen yoy. Kinerja ini tertekan oleh penurunan permintaan di Jawa, meski masih ditopang oleh peningkatan volume curah serta pertumbuhan signifikan di wilayah luar Jawa.