sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menguat Tipis, Rupiah Ditutup ke Level Rp18.073 per USD

Market news editor Anggie Ariesta
29/07/2026 15:43 WIB
Adapun pada sore ini, rupiah ditutup menguat tipis 10 poin atau 0,06 persen ke Rp18.073 per USD.
Menguat Tipis, Rupiah Ditutup ke Level Rp18.073 per USD. Foto: iNews Media Group.
Menguat Tipis, Rupiah Ditutup ke Level Rp18.073 per USD. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu (29/7/2026) setelah pelemahannya menembus level Rp18.100 per USD pagi tadi. Adapun pada sore ini, rupiah ditutup menguat tipis 10 poin atau 0,06 persen ke Rp18.073 per USD.

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai sentimen negatif pascamundurnya Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) mulai sedikit mereda di mana BI terus berkomitmen menjaga stabilitas yang menjadi prasyarat utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat, sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi.

“Selain itu, optimalisasi bauran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ditingkatkan, tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam. Berbagai instrumen terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing,” tulis Ibrahim dalam risetnya. 

Instrumen yang dioptimalkan termasuk triple intervention di pasar valas (spot, non-deliverable forward/NDF, dan domestic non-deliverable forward/DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging.

Dari eksternal, para pelaku pasar terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah setelah Iran meluncurkan sejumlah rudal balistik yang menyasar pasukan AS di kawasan tersebut. Meskipun Komando Pusat AS menyatakan seluruh rudal berhasil dicegat, serangan ini menandai eskalasi baru setelah beberapa hari situasi relatif tenang, sekaligus memperkuat kekhawatiran bahwa jeda diplomatik yang sempat terjadi bisa segera buyar.

Ketegangan kembali meningkat setelah pasar sempat semakin optimistis bahwa upaya diplomasi akan menunjukkan kemajuan, menyusul pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump di Washington.

Trump kemudian menyatakan adanya peluang besar bagi kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran, meskipun pihak Teheran membantah adanya niat untuk melakukan negosiasi ataupun gencatan senjata.

Di sisi lain upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz juga mengalami kebuntuan setelah Iran menolak usulan Oman mengenai pembentukan kerangka kerja bersama untuk pengaturan lalu lintas pelayaran di jalur perairan strategis tersebut. Sementara ancaman terhadap infrastruktur energi kawasan tetap ada menyusul laporan Arab Saudi mengenai keberhasilan mereka mencegat pesawat nirawak (drone) dan rudal yang menargetkan fasilitas minyak di Provinsi Timur negara itu.

Kemudian, hasil pertemuan kebijakan FOMC akan memberikan petunjuk tentang jalur kebijakan Federal Reserve AS (Fed) di masa mendatang. Menjelang peristiwa penting terkait kebijakan bank sentral, para pedagang mengurangi taruhan kenaikan suku bunga Fed di tengah harapan baru akan diplomasi AS-Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima bulan, yang menyebabkan penurunan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi.

Dari berbagai sentimen di atas, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah masih rentaan fluktuatif namun diperkirakan melemah pada rentang  Rp18.070- Rp18.130 per USD.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement