IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu (29/7/2026) setelah pelemahannya menembus level Rp18.100 per USD pagi tadi. Adapun pada sore ini, rupiah ditutup menguat tipis 10 poin atau 0,06 persen ke Rp18.073 per USD.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai sentimen negatif pascamundurnya Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) mulai sedikit mereda di mana BI terus berkomitmen menjaga stabilitas yang menjadi prasyarat utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat, sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi.
“Selain itu, optimalisasi bauran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ditingkatkan, tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam. Berbagai instrumen terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Instrumen yang dioptimalkan termasuk triple intervention di pasar valas (spot, non-deliverable forward/NDF, dan domestic non-deliverable forward/DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging.