Menurutnya, keberadaan aset Chandra Asri Group pada kawasan regional, dinilai justru mempertegas peran Indonesia dalam rantai pasok dan rantai nilai industri di tingkat kawasan. Melalui jaringan operasional yang semakin luas, perusahaan dapat menyinergikan kegiatan produksi di dalam negeri dengan akses pasar regional.
“Overall, kami menilai prospek kinerja TPIA ke depan menjanjikan dengan catatan eksekusi ekspansi berjalan sesuai rencana, sinergi aset mulai terealisasi, dan efisiensi operasional terus dijaga. Rencana buyback saham juga bisa menjadi sinyal positif untuk TPIA,” kata Mifta.
Senada dengan Mifta, Analis Pasar Modal Stocknow Hendra Wardana menyebut langkah tersebut memberi TPIA akses ke pasar yang lebih stabil sekaligus meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko volatilitas harga energi. Diversifikasi geografis menjadi penopang penting di tengah siklus industri petrokimia yang fluktuatif.
“Dari sisi industri nasional, langkah Chandra Asri atau TPIA ini berpotensi menjadi katalis penting bagi penguatan struktur industri kimia dan energi domestik, khususnya dalam mendukung substitusi impor, efisiensi biaya bahan baku industri hilir, serta mendorong integrasi rantai pasok energi dan kimia di dalam negeri,” ujar Hendra.