Menteri Rini Minta BUMN Gelar RUPSLB, Rombak Direksi Lagi?
Market News
Fahmi Abidin
Rabu, 17 Juli 2019 12:00 WIB
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dikabarkan menginstruksikan emiten-emiten berpelat merah untuk segera RUPSLB.
Menteri Rini Minta BUMN Gelar RUPSLB, Rombak Direksi Lagi? (Foto: Ist)

IDXChannel - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dikabarkan menginstruksikan emiten-emiten berpelat merah untuk segera melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Hal ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian BUMN Imam A Putro.

Tak pelak rencana tersebut menimbulkan tanda tanya bagi publik, termasuk para pengamat ekonomi. Langkah ini dinilai politis mengingat jabatan Menteri Rini Soemarno di Kabinet segera berakhir. Kontroversi wacana kebijakan tersebut kian kental mengingat kinerja Rini dianggap gagal menangani kasus-kasus yang menimpa perusahaan pelat merah seperti Pertamina, Garuda Indonesia hingga Krakatau Steel.

Kementerian BUMN belum menjelaskan alasan akan diselenggarakannya RUPSLB ini. Namun, disebutkan akan ada dua agenda yang siap dibahas, yaitu penyampaian kegiatan usaha selama Q2 2019, serta perubahan susunan manajemen setiap BUMN.

Tercatat sekitar 20-25 emiten pelat merah yang berada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mengingat jumlah yang tidak sedikit dengan nilai mencapai seperempat dari total kapitalisasi pasar, langkah mengubah susunan manajemen saat RUPSLB ini dinilai para pengamat tidak bijak dan bahkan berisiko mengganggu stabilitas pasar.

Terkait isu tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi dengan tenang kabar yang masih abu-abu ini. "Saya tidak tahu kabarnya itu. Namanya (hanya) kabar," terang JK singkat saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (15/7).

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi lebih lanjut dari Sekjen Kementerian BUMN terkait hal tersebut. Berdasarkan aturan yang ditetapkan BEI selaku regulator pasar modal menjelaskan bahwa rencana RUPSLB sewajarnya dipublikasikan lewat media massa. (*)

Baca Juga