Pengujian metalurgi awal melalui metode bottle-roll menunjukkan tingkat perolehan emas yang
tinggi untuk material oksida, yakni 87 persen hingga 94 persen. Sementara itu, material transisi mencatat tingkat perolehan 81 persen hingga 92 persen, yang mendukung kesesuaian Kolokoa dengan operasi Tambang Emas Pani saat ini.
Sumber daya mineral Kolokoa dinilai masih terbuka untuk pengembangan lebih lanjut, dengan mineralisasi emas yang masih terbuka ke berbagai arah, termasuk ke utara, selatan, dan ke lapisan yang lebih dalam.
EMAS akan menggunakan model geologi dan sumber daya mineral Kolokoa untuk memandu pengeboran lanjutan, studi metalurgi, serta kajian perencanaan tambang di masa
depan. Perseroan menilai hasil ini menjadi dasar penting untuk mengevaluasi potensi